Pastikan Sinergi dalam Mencapai Sustainable Development Goals, Kemenlu RI laksanakan Seminar di Universitas Lampung

Kementerian Luar Negeri berupaya aktif mendorong setiap pemangku kepentingan termasuk civitas akademika, yang memiliki peran sebagai interlokutor, untuk mensinergikan pencapaian agenda pembangunan di tingkat global dengan nasional”, demikian disampaikan Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kemenlu, Muhsin Syihab saat membuka Seminar SDGs di Gedung D FISIP Universitas Lampung, Bandar Lampung pada tanggal 25 Juli 2018. Seminar kerja sama Ditjen Kerja Sama Multilateral Kemlu dan Departemen Hubungan Internasional, FISIP Universitas Lampung tersebut mengambil tema “Peluang dan Tantangan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 di Indonesia”.

Wakil Dekan FISIP UNILA Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Denden Kurnia Drajat, M.Si, mengapresiasi seminar Agenda Pembangunan Global yang dilakukan Kementerian Luar Negeri guna implementasi secara konkrit upaya pembangunan manusia civitas akademika di Universitas Lampung.

Memastikan tujuan global SDGs menjadi suatu gerakan di tingkat nasional memerlukan rasa kepemilikan yang kuat dari seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, Seminar ditujukan untuk para pejabat pemerintah daerah dan akademisi guna meningkatkan kesadaran untuk berkolaborasi secara sinergis mencapai SDGs. Seminar menghadirkan Direktur Pembangunan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kemenlu dan Dosen FISIP Universitas Lampung sebagai pembicara dan dihadiri oleh 130 mahasiswa, akademisi, Pemerintah Provinsi Lampung dan organisasi masyarakat sipil di Bandar Lampung dan sekitarnya.

Melalui diskusi interaktif, para pembicara mengulas lebih lanjut mengenai peran diplomasi Indonesia, capaian SDGs di tingkat internasional dan nasional, sinergi dan kemitraan pemangku kepentingan di tingkat internasional, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan guna memastikan tercapainya target SDGs pada tahun 2030.

Para peserta banyak menyoroti tentang tantangan pencapaian SDGs di tingkat global, nasional dan daerah, termasuk mengenai mobilisasi sumber daya untuk mengimplementasikan 17 SDGs yang ambisius. Di samping itu, hal yang sama penting juga untuk meningkatkan sense of responsibility dan ownership dari seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi secara efektif dalam pencapaian Agenda 2030,

Kementerian Luar Negeri akan terus melanjutkan program outreach secara berkala kepada berbagai Universitas di Indonesia. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini, akan tercipta  sinergi antar seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah, akademisi, swasta, lembaga swadaya masyarakat, kalangan bisnis dan filantrofi guna mewujudkan tujuan pembangunan nasional sebagai kontribusi terhadap pencapaian Agenda 2030.