Dinamika Lingkungan dan kemampuan dinamis sebuah Organisasi – Dr. Arif Sugiono

Dinamika Lingkungan dan kemampuan dinamis sebuah Organisasi
Oleh
Dr. Arif Sugiono.
Staf Pengajar Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila.

Teori system, telah memberikan pesan kepada kita, bahwa setiap organisasi/pelaku usaha adalah bagian dari sub system lain, dimana bagian sub system tersebut terus berubah secara dinamis. Perubahan tersebut, harus selalu dapat diantisipasi dengan baik oleh setiap organisasi/pelaku usaha. Tidak hanya pada upaya merespon, bahkan harus diantisipasi dengan sebuah strategi yang tepat, dengan di dukung kemampuan yang dimiliki organisasi/pelaku usaha. Untuk itu, dengan dimanika lingkungan bergerak secara dinamis, maka diperlukan pula kemampuan yang dinamis bagi sebuah organisasi.
Kejadian kahar, seperti Pandemi Covid 19, yang sudah berjalan hampir 1,5 tahun, telah menunjukkan bagaimana respon yang beragam ditunjukkan oleh pelaku usaha. Sebagain pelaku usaha, baik usaha pada level mikro dan menengah maupun yang berskala besar memilih untuk sekedar bertahan hidup. Bahkan tidak sedikit yang terpaksa gulung tikar. Namun tidak sedikit pula, yang tetap eksis, bahkan, bisa merubah kondisi yang sulit dengan melakukan ekspansi bisnis. Perbedaan kinerja, dari berbagai pelaku usaha tersebut, lebih dikarenakan perbedaan kemampuan dinamis yang dimiliki dari masing-masing pelaku bisnis.
Kemampuan dinamis, menuntut setidaknya memiliki beberapa kapasitas inti yang harus ada dalampenciptaannya. Diantaranya mengidentifikasi dinamika business ecosystem sehingga memahami apa yang menjadi keinginan atau peluang untuk melakukan perubahan strtaegi atau bertahan dengan strategi yang ada, menformulasikan respon atas tuntutan peluang tersebut dan akhirnya megimplementasikan langkah yang telah diformulasikan. Dengan tetap tidak mengabaikan prinsip contingency dalam mengimplementasikannya. Dengan kata lain, pada tingkatan yang lebih luas atau pada skala organisasi, untuk memahami bagaimana organisasi merespon tuntutan perubahan tersebut, kita harus memahami proses strategic management dari sebuah organisasi/pelaku usaha, yang meliputi kemampuan menganalisasi dinamika lingkungan, menformulasikan, mengeksekusi dan mengevalusasi strategi.
Atas dasar pertimbangan di atas, maka kapabilitas dinamis dapat didefinisikan sebagai sebuah proses adaptasi terhadap dinamika business ecosystem, sebagai bahan bagi organisasi melakukan proses pembelajaran, sehingga memiliki kapabilitas untuk merubah, menetapkan, mengintegrasikan, menyusun kembali sumber daya yang dimiliki menjadi sebuah kapabilitas baru melalui operasi rutin, yang pada akhirnya menjadikan organisasi mencapai keunggulan daya saing yang berkelanjutan.
Untuk itu, terdapat beberapa kata kunci, yang harus diperhatikan, ketika ingin mendesain kemampuan dinamis, yakni pertama, proses adaptasi terhadap dinamika ekosistem business yang merupakan representasi dari pentingnya pemahaman dinamika lingkungan business dalam desain kapabilitas dinamis. Kedua, proses pembelajaran dalam mengelola sumber daya, yang menunjukkan bahwa proses penciptaan kapabilitass dinamis tidak bisa dilepaskan dari aktivitas pembelajaran. Ketiga, kapabilitas menunjukkan bahwa sebagai sebuah kapabilitas yang dibangun dari dinamika lingkungan, maka mempunyai life cycle, yang kecenderungannya menunjukkan semakin dinamis lingkungan, maka semakin pendek life cycle dari kapabilitas yang dimiliki sebuah organisasi. Empat, keunggulan bersaing yang berkelanjutan, merupakan hasil akhir dari kapabilitas dinamis yang pada akhirnya mampu menempatkan posisi sebuah organisasi/pelaku usaha pada kemampuan daya saing yang berkelanjutan.