You are currently viewing Perkuat Kualitas Akademik, FISIP Unila Gelar Ujian Tertutup Disertasi yang Dihadiri Sekjen DKPP RI

Perkuat Kualitas Akademik, FISIP Unila Gelar Ujian Tertutup Disertasi yang Dihadiri Sekjen DKPP RI

  • Post author:
  • Post last modified:2026-02-11

BANDAR LAMPUNG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak pakar-pakar pembangunan berkualitas tinggi. Pada Rabu (11/2/2026), Program Studi Doktor Studi Pembangunan menggelar Ujian Tertutup (Pra-Promosi) bagi kandidat doktor, Anthoni, yang berlangsung di Ruang Pepadun, Gedung A FISIP Unila.

Sidang ini bukan sekadar rutinitas akademik biasa, melainkan sebuah momentum penting yang menonjolkan standar pengujian tingkat nasional. Kehadiran Tokoh Nasional sebagai Penguji Eksternal Salah satu hal yang menarik perhatian dalam ujian ini adalah kehadiran KOMJEN POL Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H., yang merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian Perikanan dan Kelautan, sebagai Penguji Eksternal.

Kehadiran jenderal bintang tiga sekaligus akademisi senior ini memberikan bobot strategis pada disertasi yang diujikan. Keterlibatan praktisi tingkat tinggi seperti Prof. Rudy memastikan bahwa riset yang dihasilkan tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga relevan dengan dinamika kebijakan publik dan penegakan hukum di Indonesia.
Panel Penguji Berintegritas

Sidang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan dan akademisi terbaik Unila, di antaranya:

  • Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. (Dekan FISIP Unila selaku Ketua Penguji)
  • Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D. (Sekretaris Penguji)
  • Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. (Promotor)
  • Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M.IP. (Ko-Promotor)
  • Serta jajaran penguji internal lainnya yang pakar di bidang pembangunan.

Mengapa Ujian Tertutup Ini Penting bagi Masyarakat?
Ujian Tertutup atau Pra-Promosi merupakan tahapan krusial dalam pendidikan Doktoral (S3). Di sini, orisinalitas riset dan kontribusi nyata mahasiswa terhadap ilmu pengetahuan diuji secara tajam sebelum dipresentasikan secara terbuka.

Bagi masyarakat, keberadaan doktor-doktor baru dari Unila diharapkan mampu memberikan solusi konkret terhadap tantangan pembangunan wilayah, baik dari sisi sosial, politik, maupun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Sinergi antara akademisi dan praktisi seperti kehadiran Sekjen KPP RI dalam sidang ini adalah bukti bahwa dunia pendidikan kita terus bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ungkap salah satu perwakilan prodi.

Dengan terlaksananya ujian ini, FISIP Unila semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam studi pembangunan di Indonesia. (ND)