Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Pembangunan FISIP Universitas Lampung (Unila), Anthoni, menjalani Ujian Tertutup disertasi di Ruang Pepadun, Gedung A FISIP Unila, Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam sidang tersebut, Anthoni memaparkan disertasinya berjudul, “Strategi Pembangunan Sektor Perikanan Berbasis Collaborative Government di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung”.
Ujian berlangsung dengan dihadiri delapan penguji. Tim penguji dari, Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Penguji, Prof. Intan Fitri Meutia, S.A.N., M.A., Ph.D., sebagai Sekretaris eksternal, Komjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., M.H., sebagai penguji eksternal.

Tidak hanya itu, Prof. Dr. Yulianto, M.S., Prof. Dr. Bambang Utoyo S., M.Si., dan Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.IP., M.A., sebagai penguji internal. Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si., bertindak sebagai promotor dan Dr. Maulana Mukhlis, S.Sos., M.IP., sebagai ko-promotor.
Dalam pemaparannya, Anthoni menjelaskan bahwa sektor perikanan di Kabupaten Tulang Bawang memiliki potensi besar namun belum memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan analisis Location Quotient, shift share, dan tipologi Klassen, sektor ini dinilai berpotensi menjadi sektor basis yang mampu mendorong akselerasi pembangunan daerah.
Anthoni menegaskan bahwa pembangunan sektor perikanan tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Pendekatan collaborative government menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh aktor dapat terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” ujarnya saat presentasi
Penelitian tersebut mengintegrasikan konsep collaborative government dengan manajemen strategi melalui pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fasilitasi pembiayaan dan permodalan menjadi strategi prioritas dalam mendorong percepatan pembangunan sektor perikanan di Tulang Bawang.
Anthoni juga memaparkan bahwa ketimpangan sumber daya, lemahnya insentif kolaborasi, dan rendahnya tingkat kepercayaan antar sektor menjadi kendala utama.
Pemerintah daerah dinilai tetap memegang peran sentral sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam membangun ekosistem kolaboratif yang inklusif.
Melalui penelitian ini, anthoni merekomendasikan penguatan model collaborative government berbasis kearifan lokal dan pembentukan forum kolaborasi formal yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, media, dan kelompok masyarakat.
Disertasi ini diharapkan menjadi rujukan kebijakan dalam mendorong pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Kabupaten Tulang Bawang. (Taufik Hidayah).

