Hari Kartini: Perempuan Masa Kini sebagai Pembangun Peradaban

Dalam memperingati Hari Kartini pada 21 April 2022, dapat dimaknai bahwa saat ini perempuan Indonesia telah memiliki kesetaraan dan keterbukaan dalam hal mengakses bidang pendidikan yang seluas-luasnya. Dalam hal ini, tugas generasi muda terutama para mahasiswi sudah seharusnya menghargai perjuangan dari R.A. Kartini.

Diibaratkan ketika membuka gerbang untuk mengakses pendidikan yang seluas-luasnya, artinya saat ini perempuan harus pandai memanfaatkan akses pendidikan yang dimiliki dan menjadikan perempuan sebagai sebuah peradaban. Yang mana perempuan dapat direpresentasikan sebagai peradaban yang indah, luar biasa, dan membanggakan.

Terkait tantangan kedepan R.A. Kartini dengan terbukanya akses pendidikan yang luas, yaitu sangat berkaitan dengan akses pendidikan yang semakin terbuka dikarenakan adanya digitalisasi. Di mana seorang perempuan memiliki akses pendidikan yang semakin terbuka, berpeluang, dan luas dalam mengeksiskan sesuatu dalam dirinya yang positif. Perempuan juga mampu memperlihatkan aktualisasi dan eksistensi kemampuan dirinya ke ranah publik.

Sementara itu secara politis, pemerintah atau pejuang perempuan meminta afirmasi  30% dalam berpolitik supaya kebijakan-kebijakan pemerintah semakin ramah terhadap perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan.

Untuk representasi R.A. Kartini masa kini tentunya mendapatkan tantangan yang jauh lebih berat dari masa sebelumnya. Jika melihat masa sebelumnya, perempuan masih dipandang sebagai perempuan yang inverior, artinya selalu ditugaskan hanya untuk mengurusi rumah. Akan tetapi perempuan saat ini sudah dianggap sebagai perempuan modern yang memiliki akses luas dan terbuka dalam menempatkan perannya dimanapun.

Tantangan yang sesungguhnya untuk para perempuan, yaitu dituntut mampu mempertanggungjawabkan apa yang sudah menjadi pilihannya.  Ketika seorang perempuan memiliki akses pendidikan ke luar atau apapun itu yang berkaitan dengan peran perempuan, maka ia harus mampu mempertanggungjawabkannya secara positif.

Selain itu, mampu mempertanggungjawabkan karier yang sudah dimiliki agar berjalan dengan baik. Apabila seorang perempuan memiliki peran di lingkungan masyarakat, diharapkan juga mampu memaksimalkan dalam mengabdi dan mempertanggungjawabkan hal itu dengan sebaik-baiknya.

Perempuan cerdas merupakan perempuan yang dapat memilih dan memilah dalam merepresentasikan dirinya di dunia digital. Perempuan yang hebat juga merupakan perempuan yang mampu memperjuangkan dirinya, mengingkatkan harga dirinya, memberdayakan dirinya, dan mampu membangun peradaban.

Hal yang paling penting saat ini jangan sampai para perempuan salah langkah dalam mengaktualisasikan dan mengekspresikan dirinya di dunia digital. Seperti ketika para perempuan sudah memasuki ranah publik, ia akan lupa terkait apa yang sudah diperjuangkan oleh pahlawan emansipasi wanita yaitu R.A. Kartini. Karena ia menjadi sosok pahlawan wanita yang meninggikan harkat dan martabat, serta derajat perempuan yang tinggi.

Di samping itu, adapun kiat-kiat sebagai mahasiswi dalam membangun peradabannya sebagai perempuan yaitu menjadi mahasiswi yang bisa menjalankan kewajibannya dengan sungguh-sungguh, dan meningkatkan kualitas diri sebagai perempuan. Selain itu, senantiasa berusaha untuk menjadi perempuan yang mampu memberikan kontribusi peradaban yang baik.

Sebagai perempuan diharapkan harus mandiri, karena dengan kemandirian seorang perempuan mampu melakukan banyak hal. Sebagai mahasiswi dilatih menjadi mandiri, seperti mandiri dalam berpikir, mandiri dalam hal memperoleh finansial, mandiri dalam bertindak dan bersikap. Dalam kemandirian ini, kemudian dikaitkan dengan tanggung jawabnya pada tujuan-tujuan awal yang telah menjadi pilihannya.