Food Court FISIP Bangun Budaya Self Service, Usung Tema Kelokalan dan Generasi Masa Kini

  • Post author:
  • Post last modified:2022-08-09

Setelah diresmikannya Food Court pada, Senin, 8 Agustus 2022, yang terdiri dari delapan tenant. Tujuan dibangunnya tak lain adalah untuk civitas akademika dan mahasiswa yang berada di kampus.

“Karena orang yang bekerja atau kuliah selama delapan jam sehari itu tentu memerlukan asupan makan siang dan seterusnya,” ungkap Dr. Ida Nurhaida, M.Si. selaku Dekan FISIP Unila.

Selain itu, juga dibangun kebudayaan Food Court yang terdiri dari datang, pesan, bayar, makan, dan kembalikan peralatannya ke tenant dengan mengusung konsep self service.

“Kita membangun budaya self service, para tenant menyediakan makanan sehatnya dan pengunjungnya  dapat melayani sendiri,” tuturnya.

“Bisa dilihat rata-rata konsepnya prasmanan, harus datang ke tenant masing-masing dan memilih makanan yang diinginkannya,” lanjutnya.

Budaya self service ini dibangun untuk membentuk kebiasaan baik dengan meninggalkan perilaku buruk seperti meninggalkan makanan usai disantap.

“Setelah makan selesai, biasanya kebiasaan kita adalah meninggalkan. Jadi dibangun budaya ketika selesai makan dikembalikan ke tenant masing-masing, sehingga meja kembali bersih. Ini harus menjadi budaya ke arah yang lebih baik,” jelas Dekan FISIP Unila.

Tak hanya itu, dalam pelaksanaannya juga diterapkan konsep pengurangan sampah plastik atau yang kerap disebut dengan zero waste plastic. Tujuan pengadaannya ialah sebagai cara untuk mengurangi sampah plastik dan penerapannya harus dimulai dari diri sendiri.

Konsep food management juga diusung sebagai pelengkap dalam pelaksanaannya yang diterapkan di dalam Food Court, “Food management yang sehat sehingga tidak mengganggu kesehatan,” pungkas Dr. Ida Nurhaida, M.Si.

Dari 32 usaha yang mengajukan proposalnya, telah terpilih delapan tenant melalui beberapa macam proses seleksi dan kualifikasi. Diantara tenant terpilih adalah Kopi Batin, Cikwo Prasmanan, Dimsum by Moresto, Masakan Padang Sederhana, Sultan Rice Box, Semangkuk Bakso, Kantin Mbak Sri, dan Penyetan Klise.

Menariknya, dari delapan tenant tersebut ternyata didasarkan pada pengusungan tema yang mengutamakan kelokalan dan disesuaikan dengan generasi milenial saat ini.

“Tujuannya supaya orang-orang yang datang ke Lampung dapat memahami. Jadi konsepnya juga mengenali kelokalan Lampung sehingga yang kuliah di Unila dan berasal dari luar Lampung bisa merasakan kulinernya,” tutur Dekan FISIP Unila.