You are currently viewing Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Unila Jalin Komunikasi Awal Kerja Sama Tridharma dengan Kemenko PMK

Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Unila Jalin Komunikasi Awal Kerja Sama Tridharma dengan Kemenko PMK

  • Post author:
  • Post last modified:2025-06-04

Jakarta, 27 Mei 2025 — Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Lampung (Unila) melakukan kunjungan ke Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Meiliyana, M.A., bersama jajaran dosen, dalam rangka merintis kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah pusat.

Rombongan diterima dengan hangat oleh Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., selaku Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, yang menyambut baik inisiatif Jursan Ilmu Administrasi Negara FISIP Unila dalam menjalin kemitraan kelembagaan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam penjajakan kerja sama yang difokuskan pada pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam dialog yang berlangsung konstruktif, kedua pihak membahas berbagai potensi kolaborasi, mulai dari pertukaran data riset, pelaksanaan kuliah tamu, program magang mahasiswa, hingga peluang sinergi dalam kegiatan pengabdian di wilayah binaan Kemenko PMK.

Prof. Warsito menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing. “Kita butuh perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan cerdas, tapi juga punya nilai kebangsaan, integritas, dan kepedulian sosial. Kami membuka ruang bagi kampus-kampus yang ingin bersinergi dalam penguatan karakter bangsa,” tuturnya.

Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Meiliyana, M.A., menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik peluang kerja sama ini sebagai bagian dari strategi akademik dalam memperluas jejaring nasional. “Kami ingin mendorong mahasiswa dan dosen untuk lebih dekat dengan kebijakan dan praktik pemerintahan. Kerja sama ini akan menjadi jembatan penting untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus kontribusi nyata kepada masyarakat,” ungkapnya. Diharapkan, tindak lanjut dari pertemuan ini akan menghasilkan nota kesepahaman (MoU) dan program-program bersama yang relevan dengan pengembangan sumber daya manusia dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, terutama bagi kalangan muda di daerah.