Mahasiswa Universitas Laval (Kanada) Berbagi Wawasan di International Cultural Exchange Unila 2024

  • Post author:
  • Post last modified:2024-05-16

Bandar Lampung (16/05/24), International office FISIP Universitas Lampung bersama Jurusan Hubungan Internasional menggelar kegiatan pertukaran budaya internasional (international cultural exchange) dengan mahasiswa Universitas Laval, Kanada pada Kamis, 16 Mei 2024. Kegiatan ini terselenggara dalam rangka rintisan kolaborasi internasional antara Universitas Lampung dengan Universitas Laval, Kanada.

Kegiatan International cultural exchange dihadiri oleh dosen dan mahasiswa FISIP Universitas Lampung. Acara dibuka oleh Ketua Tim Kerja Sama FISIP Unila, Dr. Arie Fitria, MT, DEA yang menyampaikan bahwa international cultural exchange dilaksanakan dengan maksud menambah wawasan para mahasiswa terkait budaya asing sehingga diharapkan dapat meningkatkan rasa toleransi dalam keberagaman budaya di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini juga ditujukan untuk menambah inspirasi tema skripsi dan penelitian, khususnya bagi dosen dan mahasiswa yang tertarik dengan kajian budaya.

Dalam sesi sharing dan tanya jawab, Victor Beaudet, mahasiswa Universitas Laval memaparkan tentang keunikan budaya Kanada yang merupakan hasil akulturasi dari budaya Amerika dan Eropa, khususnya Prancis dan Inggris. Victor Beaudet juga menyampaikan percampuran budaya tersebut melahirkan kekhasan pada Bahasa Prancis di Quebec sehingga terdapat perbedaan dalam pengucapan. Dia mencontohkan pelafalan “lit” yang seluruh hurufnya dibaca. Maka, Victor berpendapat masyarakat Indonesia akan lebih mudah belajar Bahasa Prancis ala Quebec.

Victor menutup sesi sharing dengan mengatakan alasannya tertarik dengan Indonesia : “J’ai beaucoup à apprendre de l’indonésie: la langue, les pratiques, l’environnement. D’un côté c’est opposé au Québec et d’un autre très similaire par les cultures et le caractère. Également, tout est toujours énorme population, biodiversité, production agricole.” (Saya banyak belajar dari Indonesia: bahasa, keseharian, dan lingkungan. Di satu sisi, banyak hal yang bertolak belakang dengan Quebec, tetapi di sisi lain ada persamaan dalam budaya dan karakter. Dan tentu saja, Indonesia sangat menarik karena kekayaan yang melimpah dalam bidang kependudukan, keanekaragaman hayati, juga produksi pertaniannya). Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh para peserta.

Di akhir acara, para peserta mengungkapkan antusiasme mereka untuk mengikuti international cultural exchange dan berharap akan diselenggarakan kegiatan serupa dengan mahasiswa dari universitas asing lain. Rafi Mulkan misalnya, mahasiswa HI, berkata, “Dari acara ini, saya jadi punya gambaran bagaimana cara mempromosikan Indonesia di luar negeri.”