You are currently viewing Workshop Curriculum Development Fisip Universitas Lampung

Workshop Curriculum Development Fisip Universitas Lampung

  • Post author:
  • Post last modified:2026-05-11

Bandar Lampung, 11 Mei 2026. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung menggelar Workshop Curriculum Development pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di Ruang Lab Media Conference, Gedung C Lantai 2, FISIP Universitas Lampung. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Noranida binti Mokthsim dari College of Law, Government and International Studies, Universiti Utara Malaysia, dan Dr. Budi Kadaryanto, S.Pd., M.A. dari Universitas Lampung.

Workshop dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Kurikulum FISIP Universitas Lampung, Dr. Rahayu Sulistiowati, S.Sos., M.Si., dan dihadiri oleh para Ketua dan Sekretaris Jurusan maupun Program Studi, Ketua dan Sekretaris Tim Penjamin Mutu Fakultas (TPMF), serta Anggota Tim Kurikulum Fakultas di lingkungan FISIP Universitas Lampung. Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan FISIP Universitas Lampung dalam memperkuat kualitas dan relevansi kurikulum melalui kolaborasi akademik lintas negara.

Pada pemaparan pertama, Dr. Noranida binti Mokthsim memaparkan lima fase pengembangan kurikulum yang diterapkan di Universiti Utara Malaysia, mulai dari Market Sense & Industry Input dengan pertanyaan kunci “Is there a job for this?”, penerapan Outcome-Based Education (OBE) melalui tiga level capaian pembelajaran CLO, PLO, dan PEO, hingga sistem kredit berbasis Student Learning Time (SLT) di mana 1 kredit setara 40 jam pembelajaran. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan beban belajar mengingat kondisi generasi Z yang dinilai cukup fragile, agar mahasiswa terhindar dari kelelahan akademik. Pada fase persetujuan dan audit oleh Malaysian Qualifications Agency (MQA), Dr. Noranida menggarisbawahi bahwa pengembangan kurikulum bukan proses sekali jadi, melainkan menuntut kesediaan untuk terus menyesuaikan diri terhadap masukan, standar, dan dinamika kebutuhan zaman. Ia mengakhiri pemaparannya dengan tiga pesan kunci: Plan with the End in Mind, Follow National Standards, dan Never Stop Improving.

Pemaparan dilanjutkan oleh Dr. Budi Kadaryanto, S.Pd., M.A. yang mengontekstualisasikan kerangka tersebut dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia. Ia menyoroti bahwa setiap tahun perguruan tinggi di Indonesia meluluskan sekitar 1,9 juta sarjana, namun sebagian besar mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan akibat ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri. Dr. Budi memaparkan kerangka regulasi terbaru, di antaranya Kepmendiktisaintek Nomor 358/M/KEP/2026 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi serta Peraturan BAN-PT Nomor 20 Tahun 2025 tentang Sistem Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi.

Pada bagian evaluasi kurikulum berbasis OBE, Dr. Budi memberikan penekanan khusus terhadap pengakuan pengalaman belajar di luar kelas sebagai bagian integral dari struktur kurikulum. Keterlibatan mahasiswa dalam proyek lapangan maupun penyusunan proposal dapat dikalkulasi secara terukur ke dalam jam pembelajaran setara SKS dan diadopsi ke dalam beban belajar mata kuliah tertentu. Senada dengan hal tersebut, Dr. Budi juga memberi perhatian khusus pada penguatan micro credential yang harus dirumuskan secara jelas dan terukur. Ia mencontohkan, ketika mahasiswa berhasil menciptakan alat yang bermanfaat bagi masyarakat atau memperoleh sertifikasi profesi yang memberikan dampak nyata, capaian tersebut seyogianya dapat dikonversi menjadi pengakuan pada mata kuliah tertentu.

Melalui workshop ini, FISIP Universitas Lampung diharapkan dapat menyusun kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, memenuhi standar akreditasi nasional, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pengakuan capaian belajar mahasiswa yang beragam.