Bandar Lampung, 17 September 2025 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) secara resmi melepas tujuh mahasiswa; 4 mahasiswa Hubungan Internasional yaitu Safira Siti Khodijah, Unique Inndi Akilah, Gea Martha Andini, Putri Agustin Florian; 1 Administrasi Bisnis, Nurfeyza Ayuna Chandra; 1 Ilmu Pemerintahan, Mufida Nurazizah; dan 1 Administrasi Perkantoran, Fira Agustina Nur Rahma; untuk mengikuti program Student Mobility bersama Centre for Policy Research (CPR) Universiti Sains Malaysia (USM). Program ini diawali dengan Research Mentoring sejak 1 Agustus hingga 10 September, kemudian dilanjutkan pada 15–28 September 2025 di Penang, Malaysia. Para peserta juga berkewajiban menerbitkan maisng-masing 1 artikel jurnal hingga Desember 2025.

Program Student Mobility ini merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama akademik antara FISIP Unila dan CPR USM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan internasional, memperkaya pengalaman akademik, serta membangun jejaring lintas negara dalam bidang ilmu sosial dan politik. “Dalam rangka meningkatkan daya saing lulusan Universitas, kerja sama seperti program Student Mobility penting untuk diselenggarakan. Kami menerima dan akan mendukung proses mahasiswa FISIP Unila selama di Penang,” ujar Director of CPR USM, Associate Professor Dr. Azeem Fazwan Ahmad Farouk, dalam Sambutan Pembukaan. “Pada saat pelaksanaan nanti, kami akan mengajak mahasiswa untuk lebih mengenal lingkungan riset dengan perspektif baru, bergabung dengan para intern dari universitas lain juga,” lanjut Coordinator of Student Mobility CPR USM, Assoc. Prof. Dr. Mohamad Reevany Bustami.
Dekan FISIP Universitas Lampung, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Tim Kerja Sama, menyampaikan bahwa program ini bukan hanya menjadi ajang pertukaran akademik, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan kapasitas mahasiswa. “Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung di lingkungan internasional dan membawa kembali pengetahuan yang pengalaman bagi kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Selain pertemuan akademik, rangkaian kegiatan meliputi seminar bersama dosen dan peneliti USM, diskusi mahasiswa, penelitian lapangan, serta agenda budaya untuk memperkenalkan keragaman lokal masing-masing negara. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis FISIP Unila untuk memperluas kerja sama internasional, sejalan dengan visi menuju kampus berdaya saing global.

