You are currently viewing FISIP Unila Perkuat Kurikulum Berstandar Internasional melalui “Second Round Workshop Curriculum Development” 2026

FISIP Unila Perkuat Kurikulum Berstandar Internasional melalui “Second Round Workshop Curriculum Development” 2026

  • Post author:
  • Post last modified:2026-06-17

Bandar Lampung — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola akademik dan peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan “Second Round Workshop Curriculum Development” yang dilaksanakan pada 11–10 Juni 2026 di lingkungan FISIP Unila.

Kegiatan ini menjadi bagian strategis dari upaya transformasi akademik fakultas dalam memastikan implementasi kurikulum yang adaptif, relevan, berdaya saing global, dan selaras dengan arah pengembangan institusi menuju fakultas yang “internasional, unggul, inklusif, dan berkelanjutan.” Workshop dikoordinasikan secara kolaboratif oleh Tim Kurikulum Fakultas bersama Tim Penjaminan Mutu sebagai bentuk penguatan budaya mutu (quality culture) yang terintegrasi dalam sistem akademik FISIP Unila.

Workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FISIP Unila, Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa workshop kurikulum merupakan “jantung pembelajaran” yang menentukan kualitas proses akademik dan capaian lulusan di perguruan tinggi.
Menurutnya, pengembangan kurikulum tidak lagi dapat dipandang sebagai dokumen administratif semata, melainkan sebagai instrumen strategis dalam merespons perubahan sistem pendidikan tinggi, perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, seluruh program studi didorong untuk mampu merancang perangkat pembelajaran yang terstandar, implementatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

“Tools pembelajaran seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS) memiliki posisi sangat penting sebagai jembatan untuk mencapai tujuan utama pendidikan tinggi. Harapannya, seluruh program studi mampu menyusun RPS sesuai standar mutu dan kebutuhan pembelajaran masa depan,” ujarnya.

Kegiatan menghadirkan narasumber utama, Dr. Budi Kadaryanto, S.Pd., M.A., yang memberikan penguatan terkait implementasi kurikulum pendidikan tinggi berbasis Outcome-Based Education (OBE), asesmen capaian pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis mutu, serta relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja dan indikator kinerja perguruan tinggi.

Dalam sesi pendampingan dan diskusi intensif bersama seluruh program studi di lingkungan FISIP Unila, dilakukan penyelarasan berbagai komponen utama kurikulum, meliputi profil lulusan yang spesifik dan relevan dengan visi keilmuan program studi, rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), matriks hubungan profil lulusan dengan CPL, keterkaitan CPL dengan bahan kajian, hingga hubungan antara profil lulusan, CPL, bahan kajian, dan mata kuliah.

Selain itu, workshop juga menekankan pentingnya penyusunan CPMK dan RPS berbasis OBE, integrasi student centered learning, case-based method, dan project-based learning secara proporsional sesuai karakter mata kuliah. Narasumber juga menyoroti pentingnya ketepatan penempatan CPL dalam RPS, penguatan sistem asesmen berbasis mutu, serta perlunya tabel persentase kontribusi mata kuliah terhadap CPL agar implementasi kurikulum dapat terukur secara jelas.

Dalam pembahasan kurikulum, turut dibahas berbagai penguatan strategis lainnya, seperti integrasi micro-credential, pengakuan pembelajaran lampau (RPL), fleksibilitas pelaksanaan MBKM, serta percepatan penyelesaian studi mahasiswa melalui optimalisasi mata kuliah metode penelitian dan seminar proposal pada jenjang sarjana.

Workshop juga menekankan bahwa visi keilmuan program studi harus menjadi bagian integral dalam kurikulum, tersosialisasi secara kelembagaan, tercantum dalam media akademik program studi, serta tercermin dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada saat yang sama, peserta workshop turut memberikan masukan terhadap penyempurnaan visi fakultas menjadi: “Menjadi Fakultas Berkelas Dunia dalam Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang Inklusif, Unggul, dan Berkelanjutan.”

Penguatan budaya akademik berbasis mutu juga tercermin melalui dorongan agar hasil penelitian dosen pengampu mata kuliah diintegrasikan ke dalam RPS sebagai sumber literasi pembelajaran di kelas. Langkah tersebut dinilai menjadi nilai tambah penting dalam mendukung akreditasi program studi maupun penguatan reputasi akademik fakultas.

Secara kelembagaan, kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara unsur pimpinan fakultas, tim penjamin mutu, tim kurikulum, dan seluruh program studi dalam membangun ekosistem akademik yang akuntabel, responsif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan. Workshop ini sekaligus menjadi bagian nyata implementasi siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui mekanisme PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang dijalankan secara berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan “Second Round Workshop Curriculum Development” 2026, FISIP Unila menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus bergerak menuju transformasi akademik berkelas dunia, dengan tetap menjaga relevansi lokal, keberlanjutan, dan keberpihakan pada mutu pendidikan yang berdampak bagi masyarakat luas.