Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung menyelenggarakan lokakarya kurikulum pada Selasa, 15 Juli 2024. Acara yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri oleh akademisi, praktisi, alumni, mahasiswa, dan perwakilan dari instansi pemerintah dan swasta, dengan tujuan utama untuk menyinkronkan antara arah kebijakan dengan perkembangan keilmuan, posisi keilmuan, kondisi kelembagaan, kompetensi lulusan, dan kebutuhan akan lulusan Jurusan Ilmu Pemerintahan.
Lokakarya kurikulum ini dibuka oleh Dedy Hermawan, M. Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama, mewakili Dekan FISIP Universitas Lampung yang menyampaikan pentingnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat serta pemerintahan di masa depan.
Mengawali sesi pertama, perwakilan dari Bapenas Ibu Andri R Mardiah, Ph.D memberikan wawasan mengenai sinergitas keilmuan dan dunia kerja-industri menuju daya saing lulusan yang adaptif terhadap dunia kerja masa depan.
Selanjutnya, Prof Nurmandi, Ketua Asosiasi Program Studi Ilmu Pemerintahan Indonesia (KAPSIPI) memaparkan bahwa prodi harus memiliki visi keilmuan. Prodi harus bisa menentukan mau unggul di bidang apa. Visi keilmuan akan mementukan pohon ilmu. Oleh karena itu prodi harus memiliki Rencana Strategis yang menjadi pedoman dalam pembuatan kurikulum.
Kebijakan MBKM juga menjadi topik bahasan dalam sesi tanya jawab lokakarya ini. Berdasarkan pengalaman dari Dr. Iding Rosyidin mengatakan, “MBKM yang dilakukan di kampusnya UIN Jakarta, tidak murni dan dibatasi. Mahasiswa tidak dilepas begitu saja, mahasiswa mendapatkan empat pertemuan kuliah, setelah itu baru magang.”.
Sesi kedua membahas mengenai kebutuhan kompetensi lulusan Jurusan Ilmu Pemerintahan yang siap memasuki dunia kerja. Hadir pada lokakarya ini, perwakilan alumni, Dr. Agus Muhammad yang juga merupakan ketua IKA Jurusan Ilmu pemerintahan. Menurutnya alumni perlu menguasai teknologi informasi, kemampuan untuk melakukan riset dan mempresentasikannya, kemampuan untuk berkomunikasi, serta membangun jaringan alumni.
Dzulfian Syafrian, Ph.D., Vice President Economist BRI, mewakili dunia kerja menyebutkan bahwa alumni harus memiliki universal value. Karena di dunia kerja, yang paling penting adalah kemampuan. Sebelum mendapatkan pekerjaan, alumni harus mampu membranding diri dengan prestasi akademik, pengalaman berorganisai, dan kemampuan untuk meyampaikan ide. Setelah mendapatkan perkerjaan, alumni mampu mempertahankannya dengan kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas, mampu bekerjasama dalam tim, memiliki inisiatif serta menjadi problem solving.
Terlaksananya lokakarya ini, Jurusan Ilmu Pemerintahan berharap dapat menyusun kurikulum yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang dinamis dan terus berkembang.
